NEWS

Rinaldi Adiyandono.jpg
Rinaldi Adiyandono
15 Mar 2018

Tampil Mengejutkan, Rinaldi Ambil Alih Posisi Puncak

IN Tournament

Bogor, 15 Maret. Pertarungan menuju tangga juara Indonesian Golf Tour (IGT) Seri II makin memanas. Pergerakan di posisi elite klasemen dalam turnamen yang berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club ini berjalan sangat dinamis.

Rinaldi Adiyandono secara mengejutkan menyodok ke posisi atas Seri II IGT yang menyediakan hadiah total sebesar Rp200 juta ini. Membukukan skor terendah (67, 4-di bawah par) sepanjang dua hari turnamen ini, Rinaldi berhasil menggusur Naraajie Emerald R.P. di posisi puncak dengan skor total sementara 5-di bawah par. Naraajie sendiri tergeser ke posisi T3 dengan skor total 3-di bawah par setelah mencatat skor even par (71) pada putaran kedua ini.

“Setelah kemarin kurang yakin dengan pukulan putt saya, hari ini saya bermain lebih percaya diri. Beberapa hole (3, 15, 16, 17, dan 18) yang kemarin menghasilkan bogey, hari ini bisa dua par dan tiga birdie. Bahkan, saya bisa membuat tiga birdie (4, 5, dan 15) yang kemarin hanya par,” kata Rinaldi.

“Ini merupakan hasil konsultasi saya dengan mantan pelatih SEA Games saya, yang kebetulan hari ini sedang mengawasi para atlet Asian Games yang juga ikut IGT. Nasihatnya (mantan pelatih SEA Games) ini membangun kepercayaan diri saya,” tambah Rinaldi, yang terakhir kali meraih gelar juara pada 2014 di Grand Final Indonesian Golf Tour.

Keinginan Rinaldi untuk meraih gelar IGT untuk pertama kalinya setelah 2014 akan mendapat tantangan dari George Gandranata. Juara IGT Seri I bulan lalu ini tampaknya berambisi untuk meraih gelar juara berturut-turut. George sendiri berada dalam permainan terbaiknya.

Pada putaran kedua ini, George membukukan skor sama dengan hari pertama (69, 2-di bawah par dan mengumpulkan skor sementara 4-di bawah par.

“Saya memulai sembilan hole pertama dengan cukup baik. Dua birdie di hole 5 dan 6. Sayang di hole 7 saya mengalami ‘kecelakaan’ sehingga buat double bogey. Saya tidak sabar di hole itu. Usai birdie di hole 8, saya hampir bogey di hole 9. Beruntung masih bisa par. Di sini saya sudah mulai mengontrol diri agar berhati-hati,” kata George, yang akhirnya menambah satu birdie lagi di sembilan hole kedua.

“Kondisi lapangan sedikit menyulitkan, ditambah angin yang kencang. Namun, saya tertolong dengan short game saya hari ini. Mudah-mudahan besok saya tetap bisa mengikuti rencana permainan. Dua hari ini kesempatan birdie saya sangat banyak, tetapi yang masuk hanya beberapa,” tambah George.

Dua pegolf amatir nasional, Naraajie dan Kevin C. Akbar, pun masih memiliki kesempatan untuk membuat kejutan di hari terakhir besok. Keduanya sama-sama mencetak skor total 3-di bawah par (139) di posisi T3, dan sama-sama berpeluang untuk meraih gelar the Lowest Amateur (amatir terbaik). Sementara itu, Danny Masrin dan Benita Y. Kasiadi berada di T5 dengan skor 2-di bawah par (140).

Hari ini 50 pegolf lolos ke putaran terakhir setelah batas cut ditetapkan pada 13-di atas par. Tujuh pegolf di antaranya adalah berstatus amatir.