NEWS

DAY 2 BENITA DSC_0390 small.jpg
Benita Y. Kasiadi
07 Feb 2018

Masih di Puncak, Benita Unggul 1 Pukulan dari George

IN Tournament

Jababeka, 7 Februari. Posisi elite di leaderboard pada putaran kedua Indonesian Golf Tour (IGT) musim 2018 mengalami pergerakan dinamis. Setelah putaran 18 hole di jadwal tee pagi tidak mengalami perubahan signifikan, kecuali Naraajie Emerald R.P. (amatir) yang sempat bertengger di puncak sebelum akhirnya bertahan di posisi kedua, beberapa nama pegolf yang bermain di jadwal siang justru bergantian menghiasi puncak leaderboard Seri I IGT berlangsung di Jababeka Golf & Country Club. Namun, usai putaran kedua, Benita Y. Kasiadi kembali kukuh di posisi teratas dengan skor total 140 (4-di bawah par).

 

Meski sempat digoyang Naraajie di pagi hari, Benita yang merupakan juara IGT Jababeka 2015 kembali memegang kendali ketika memulai putaran kedua di jadwal siang. Sayang, di hole pertama, Benita terkena bogey.

 

Danny Masrin mengambil alih posisi puncak, sedangkan Benita tied dengan Naraajie dan Rory Hie di posisi kedua. Usai sembilan hole pertama, posisi puncak kembali mengelami perubahan. Junaidi Ibrahim menyodok ke posisi atas, menggusur Danny. Kemudian, nama Rory menghiasi papan atas skor.

 

George Gandranata yang bermain dari hole sepuluh sempat pula bertengger di puncak setelah birdie di hole 7, tied dengan Benita yang sama-sama mengumpulkan skor 4-di bawah par. Namun, di hole 9, George mendapat bogey, sehingga tergeser ke posisi kedua dengan skor total 3-di bawah par.

 

“Hari ini permainan saya cukup bagus setelah hybrid saya mengalami perbaikan. Sebenarnya birdienya bisa lebih banyak. Namun, dengan kondisi lapangan yang greennya cukup sulit dibaca, saya cukup puas dengan skor hari ini,” kata George. “Besok strategi main saya akan tetap sama seperti dua putaran pertama.”

 

Meski memimpin sementara, Benita sendiri kurang puas dengan hasil hari ini. Pukulan putting hari ini diakuinya kurang bagus.

 

“Saya ada kesempatan birdie itu enam hole. Paling jauh hanya 3 meter. Saya tidak ketemu feel-nya ketika melakukan putt. Jadi, pukulannya kurang power,” jelas Benita.

 

Empat pegolf lainnya berada di T-3 dengan skor 2-di bawah par. Mereka adalah Naraajie, Danny, Junaidi, dan Rory.

 

Hari ini 50 pegolf, tujuh di antaranya adalah pegolf amatir, lolos ke putaran terakhir Kamis besok setelah batas cut ditetapkan pada skor 18-di atas par.