NEWS

foto1.jpg
Para Pembicara Turnamen
23 Aug 2017

Kejuaraan Beregu antar-Dua Negara Sajikan Pertarungan Yang Menarik

IN Tournament

JAKARTA, 22 AGUSTUS.  Indonesian Golf Tour akan menggelar turnamen beregu internasional yang bertajuk “Indonesian Golf Tour (IGT)-Professional Golf of Malaysia (PGM) Championship 2017”. IGT-PGM Championship akan mempertemukan tim dari dua negara bertetangga: Indonesia dan Malaysia. Tahun ini IGT-PGM Championship merupakan perhelatan yang kedua kalinya setelah Malaysia menjadi tuan rumah kejuaraan beregu ini tahun lalu. IGT-PGM Championship akan digelar pada 5-7 September di Riverside Golf Club, Cimanggis, Bogor.

IGT-PGM Championship adalah buah dari sebuah gagasan yang muncul dalam percakapan serius antara Jimmy Masrin, Ketua Indonesian Golf Tour, dan Tun Ahmad Sarji, Ketua Professional Golf of Malaysia Tour, pada tahun lalu. Jimmy Masrin dan Tun Ahmad Sarji sama-sama memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan golf di negara masing-masing.

“Gagasannya adalah mempertemukan komunitas golf dari negara-negara yang bertetangga dan sama-sama mengembangkan kompetisi golf yang baik di antara kami. Tun Sarji dan saya memiliki kesamaan visi: berkeinginan untuk mengembangkan permainan golf di negara masing-masing, dan semangat kami untuk mendorong para pemain kami agar mampu berkompetisi dan unggul dalam olahraga ini adalah alasan utama kami menggelar turnamen persahabatan ini,” kata Jimmy Masrin, Ketua Indonesian Golf Tour. 

Namun, tahun ini IGT-PGM Championship akan dipertandingkan dalam format yang berbeda. Jika tahun lalu menggunakan format stroke play, IGT-PGM Championship akan memakai format match play. Perubahan format ini dimaksudkan agar pertandingan IGT-PGM Championship menjadi menarik dan dinamis. Format match play ini selalu digunakan dalam turnamen Ryder Cup, kejuaraan beregu dua tahunan yang mempertemukan tim Amerika Serikat dan Eropa.

“Format stroke play tidak menarik seperti format (match play) yang digunakan dalam Ryder cup, ketika hanya dua lawan yang berkompetisi satu sama lain. Format match play mengusung lebih banyak excitement pada kompetisi di setiap pertandingannya dan juga membawa yang terbaik dalam semangat tim,” jelas Jimmy.

Dua negara ini akan mengirimkan 12 pemain di timnya masing-masing  untuk bertanding di IGT-PGM Championship. Delapan pemain berasal dari daftar Order of Merit di Tour masing-masing dan empat pemain merupakan pilihan kapten. Tim Indonesia akan dikomandani Jubilant “Teddy” Arda, kapten timnas golf Indonesia ketika meraih dua medali emas (individu dan beregu putri) dan dua medali perak (individu dan beregu putra) di SEA Games 2011.

IGT-PGM Championship 2017 akan menyediakan total hadiah Rp600 juta. Pemenang IGT-PGM Championship akan mendapatkan 65% dari total hadiah, sedangkan tim yang kalah akan mendapatkan 35%.

Dalam format match play ini, IGT-PGM Championship 2017 akan menggunakan tiga jenis pertandingan: foursome, fourball, dan single. Dalam dua hari pertama, ada empat pertandingan foursome pada pagi hari dan empat pertandingan fourball.  “Di hari terakhir, kita akan memainkan 12 partai single. Jadi dalam tiga hari ada 28 pertandingan yang berarti setiap tim akan berkompetisi untuk meraih total 28 poin,” kata Made Edward “Eddy” Juniyasa Putra, Direktur Turnamen IGT-PGM Championship 2017.

Eddy yang merupakan salah satu wasit dalam turnamen major, the Open Championship, pada Juli lalu, menjelaskan bahwa setiap pertandingan dimainkan sebanyak 18 hole dalam satu putaran, dan pemenangnya akan meraih satu poin. Jika dalam pertandingan skor keduanya imbang, masing-masing hanya meraih ½ poin. Tim yang meraih 14,5 poin memenangi IGT-PGM Championship 2017. “Namun, jika kedua tim memiliki poin yang sama: 14, pemenang Championship sebelumnya akan mempertahankan trofi,” jelas Eddy yang juga perwakilan Asia Pacific Golf Confederation (APGC) di Komite Peraturan R&A untuk 2016-2017.

IGT-PGM Championship 2017 tidak hanya menjadi arena kompetisi antara Indonesia dan Malaysia, tetapi juga “persaingan” antara dua sponsor sama yang mendukung masing-masing tim, yaitu Zurich, salah satu perusahaan asuransi terkemuka di dunia. Keterlibatan Zurich ini pun merupakan yang kedua kalinya dalam IGT-PGM Championship.

Bagi Zurich Indonesia, dukungan terhadap tim Indonesia dalam IGT-PGM Championship 2017 adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kemajuan olahraga golf dan para atlet berbakatnya di Indonesia. Sudah bertahun-tahun, Zurich Group cukup dikenal akan perannya dalam mendukung Golf diseluruh dunia, dan Zurich di Indonesia tidak ketinggalan untuk turut menggunakan strategy tersebut dengan melibatkan serta memperkenalkan golf pada perkembangan atlet berbakat didalam negeri. Hal tersebut diutarakan oleh Peter Huber, Presiden Direktur PT Zurich Topas Life Indonesia dan Philippe Danielski, Presiden Direktur PT Zurich Insurance Indonesia.

Sebagai venue IGT-PGM Championship. Riverside Golf Club telah melakukan persiapan matang sebagai tuan rumah. Dikenal sebagai championship course di Indonesia, lapangan 18 hole par 72 sudah siap menyambut para profesional Indonesia dan Malaysia dengan segala tantangan yang memompa adrenalin dalam pemandangan hijau yang alami. Riverside yang didesain legenda golf Australia, Greg Norman, ini memang tidak memberikan kemudahan bagi para pemukul jauh. Ketika memukul dari tee, para pegolf dituntut untuk menempatkan bola di tempat-tempat yang strategis dibanding mendaratkan bola di fairway sejauh mungkin. Atas segala tantangan dan keindahan Riverside Golf, lapangan yang dibuka pada 1995 ini pernah meraih Asia's Best Course in Indonesia di Asian Golf Awards pada 2015.